SURABAYA - Tamu istimewa yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba di Surabaya kemarin. Bintang NBA Indiana Pacers Danny Granger, 25, tiba di Bandara Juanda sekitar pukul 09.10 WIB.
walopun kelelahan setelah menempuh perjalanan lintas benua yang memakan total 19 jam, top scorer Pacers musim 2007/2008 itu tetap menunjukkan sikap ramah dan santai. cocok sama dandanannya yang superkasual (memakai t-shirt dengan logo Superman di dada yang dipadu celana surfing motif kotak-kotak).
Dengan hangat pula danny membalas sambutan beberapa pengunjung bandara yang langsung mengerubutinya ketika muncul di pintu keluar kedatangan internasional. Granger tiba di Surabaya ditemani tunangannya, Dionna, yang dipacari sejak kuliah Teknik Sipil di University of New Mexico.
Sebelum masuk mobil penjemput, Granger sempat menghentikan langkahnya. Perhatian danny tertuju kepada penjual koran asongan yang setiap hari memang berjualan di lingkungan bandara. Granger rupanya terkesan dengan tampilan halaman depan Jawa Pos edisi Jumat (22/8) yang memampang gambar wajahnya. Dia langsung membeli satu ekslempar koran dari penjual asongan tersebut.
Kekaguman Granger atas antusiasme publik Surabaya tak cukup sampai di situ. Ketika melintasi Jalan Ahmad Yani, Granger semakin dibuat terkesan melihat billboard berisi ucapan selamat datang dengan poster dirinya berukuran raksasa. Termasuk ketika dia melirik gedung DetEksi Basketball League (DBL) Arena. Dengan spontan dia menyambar kamera sakunya.
“Saya tak menyangka bakal mendapat sambutan luar biasa seperti ini. Saya juga tak mengira atas respons publik Surabaya yang begitu hangat.” ujar pemilik jersey bernomor punggung 33 di timnya tersebut.
Sebagai penyelenggara even resmi NBA pertama di Indonesia, DBL tak mau setengah-setengah. Didukung Honda selaku sponsor utama edisi tahun ini, puluhan billboard untuk menyemarakkan kedatangan Granger dipasang di berbagai kota di tanah air. Sepuluh di antaranya dipasang di Surabaya dan berhasil membuat Granger terkesan.
Begitu tiba di hotel, Granger memang langsung menuju kamarnya. Namun, dia hanya melepas penat hampir satu jam. Setelah itu, dia mengajak jalan-jalan tunangannya untuk sekadar window shopping di Tunjungan Plaza. Banyak gerai yang sempat dia kunjungi, terutama gerai yang menjual beraneka gadget. Tak ketinggalan beberapa butik mewah, termasuk butik Louis Vuitton, di Hotel Sheraton, Surabaya. Mal di sini (Surabaya) lumayan besar dan lengkap juga, ya ?.” timpal Granger.
Bagi pemilik tinggi badan 206 cm itu (dia mengaku setinggi itu, meski dalam versi resmi NBA disebut 203 cm), kunjungan ke Surabaya diakui sangat berkesan. Apalagi, Surabaya adalah kota pertama di Asia yang dia kunjungi. “Terus terang, saya tak pernah mendengar soal Surabaya sebelumnya. Saya hanya mendengar tentang Bali.” paparnya ketika hadir pada sesi media interview di DBL Arena kemarin petang.
Pada acara itu Granger memberikan cendera mata berupa jersey Indiana Pacers bernomor punggung 33 kepada Azrul Ananda, commissioner DBL yang juga wakil direktur Jawa Pos itu. Nomor punggung itu biasa dipakai Granger dalam laga NBA. Lantas, Azrul menghadiahi Granger jersey DBL Indonesia dengan nomor punggung yang sama.
Granger mengaku sudah tak sabar untuk segera bertatap muka langsung dengan para penggemar basket di Surabaya. Rencananya, hari ini (23/8) dia hadir sebagai bintang tamu di final kompetisi basket pelajar terheboh di Indonesia. Pemain 25 tahun itu menghadiri final Jawa Timur Honda DetEksi Basketball League (DBL) 2008 di DBL Arena Surabaya. Selain menyapa penggemar basket, dia melakukan tip-off pada pertandingan final tingkat SMA tersebut. Dia lantas memberikan trofi dan mengalungkan medali juara untuk pemenang.
Sehari kemudian (24/8), pemain yang dicomot oleh Pacers pada NBA Draft 2005 itu akan membuat sejarah lebih besar. Dia tampil di NBA Basketball Clinic, yang merupakan even resmi pertama NBA di Indonesia. Di klinik itu dia akan bertemu para champion Honda DBL 2008 yang berasal dari sepuluh provinsi di Indonesia. Selain berbagi cerita tentang perjalanan karir, Granger memberi materi latihan langsung kepada mereka. Granger tidak akan sendirian. Dia dibantu Martin Conlon. Bertinggi badan hampir 210 cm, Conlon adalah mantan pemain NBA dari klub Milwaukee Bucks.
“Saya akan memberikan pelajaran kepada para pemain muda tentang fundamental basket. Seperti, bagaimana cara melakukan shooting (tembakan), dribble, serta passing yang benar. Biasanya, para pemain di usia itu (SMA, Red) tidak bermain dengan dasar yang tepat. Kalau saya bisa mengajari mereka fundamental yang baik, bagi saya itu sudah sangat baik,” sambungnya.